Tuesday, 1 December 2015

Usaha Valentino #7 Makan Cokelat, Lagi



Valentino tersenyum sumringah melihat Mitha dari kejauhan. Sore itu Mitha mengajaknya bertemu setelah beberapa minggu Mitha mengacuhkannya.


“Hai, Tino”

“Hai, Tha”

Mitha menyatakan rasa menyesalnya, ia meminta maaf pada Valentino. Tidak usah ditanya, apa respon pria itu. Sudah pasti Valentino memaafkan kekasihnya itu.

“Aku bawa sesuatu loh”

“Apa, Tha?” Mitha mengeluarkan dua batang cokelat yang sama seperti yang mereka makan bersama saat Valentine lalu.

“Nggak takut jerawatan lagi nih?”

“Nggak kok, asal makannya nggak berlebihan. Lagian aku kan nggak pake riasan tebal lagi” Valentino mulai sadar, sore itu Mitha datang dengan berwajah polos. Hanya ada sentuhan sedikit bedak di wajahnya, tanpa lipstik, eyeliner, dan maskara seperti biasanya.

“Lebih cantik kayak gini loh, Tha. Bener!”

“Hihi. Makasih Tino”

Akhirnya masalah jerawat selesai. Valentino senang. Usahanya mengatasi jerawat Mitha tidak sia-sia. Jerawat hilang, Mitha pun kembali. Itu berarti, di Valentine selanjutnya dan kapan saja ia mau, Valentino bisa mengajak Mitha untuk makan cokelat, yang tidak lain adalah makanan kesukaan Valentino sejak kecil.  

“Kamu tahu cokelat datang dari mana, Tha?”

“Dari pohon kakao”

“Tahu nggak pohon kakao disebut apa?”

“Nggak tahu”

“Theobrama”

“Apaan tuh?”


“Makanan para dewa”

No comments:

Post a Comment