Tuesday, 1 December 2015

Usaha Valentino #4 Aku Nggak Suka Cokelat


Valentine sudah lewat seminggu. Valentino dan Mitha sudah sama-sama memakan cokelat pemberian masing-masing. Tidak ada dampak buruk dalam diri Valentino. Ia tetap tampan, tubuhnya juga tetap ideal. Artinya mitos cokelat memicu kenaikan berat badan dan menimbulkan jerawat itu tidak benar sama sekali. Valentino merasa senang, Valentine pertamanya bersama Mitha lewat dengan berhasil.


Di lain tempat, Mitha sedang tersenyum-senyum sendiri mengingat Valentine pertamanya bersama Valentino. Setelah menaruh mug pemberian Valentino di dalam lemarinya, ia mulai beralih pada kaca besar dan mematut diri seperti biasa.

“Aahhhh” teriak Mitha keras. Mendengar suara Mitha, adik perempuannya pun segera menghampiri Mitha ke dalam kamar.

“Kamu kenapa, Kak?” tanya sang adik khawatir. Mitha meringis sambil menunjuk satu tonjolan kecil di hidungnya. Sang adik hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia pun segera menghubungi Valentino supaya pria itu segera datang untuk menangani kakaknya yang sedang uring-uringan hanya karena sebuah jerawat kecil.

Tak lama berselang, sekitar tiga puluh menit kemudian, Valentino sampai di depan rumah gadis itu. Mitha membukakan pintu dengan wajah masam.

“Kamu kenapa, Tha? Kok mukanya masam gitu?”

“Lihat nih hidung aku” Mitha menunjuk jerawatnya. Valentino pun tersentak melihat tonjolan kecil itu muncul di hidung bangir kekasihnya. Hal yang ia takutkan akhirnya datang juga.

“Kan cuma jerawat kecil, Tha”

“Apa? Cuma? Jerawat ini bencana buat aku, Tino. Ini pasti gara-gara cokelat yang kamu kasih” Valentino diam, ia tak tahu harus berkata apa lagi untuk meredakan amarah Mitha.

“Cokelat bikin jerawat itu bukan mitos, tapi fakta. Ini buktinya” teriak Mitha. Lagi-lagi ia menujuk jerawatnya.

“Ahhhhhh. Aku benciiii cokelaat. Aku juga benci kamu. Braaaaakk !!” Setelah berteriak, Mitha menutup pintu dengan keras, meninggalkan Valentino yang diam mematung.


No comments:

Post a Comment