Wednesday, 2 December 2015

Pujangga


Para jangkrik bernyanyi
Memecah kesunyian malam
Sang anjing melonglong keras
Seakan jiwa lain datang menyusup


Di balik dinding tipis
Sang pujangga diam meratap
Mata nanar wajah bermuram durja
Gerangan apa yang terjadi?

Seonggok tinta tak tersentuhkan
Bidang datar itu tetap putih
Seputih kain yang dikenakannya
Seputih kapas di lubang hidungnya

Suara tangis meremukkan hati
Sang pujangga dikelilingi banyak insan
Mereka menangis, ia pun menangis
Sampai mati, kertas itu tetaplah kertas

No comments:

Post a Comment