Thursday, 10 September 2015

Kupu-kupu, Goa Mimpi, dan Kolam Enteng Jodoh di Taman Wisata Alam Bantimurung

Published on GabeBoni


(TripAdvisor)


Pernahkah anda melihat kupu-kupu dalam jumlah banyak? Jangan bilang pernah, bila anda melihatnya hanya di film. Di Sulawesi Selatan, tepatnya di Maros terdapat sebuah taman nasional yang disebut sebagai Kerajaan Kupu-kupu, bernama Taman Wisata Alam Bantimurung. 



Taman wisata alam ini berada cukup jauh dari Kota Makassar, sehingga untuk mencapainya, pengunjung harus melewati perjalanan 1,5 jam. Sesampainya di gerbang taman wisata alam, anda akan disambut oleh kupu-kupu raksasa. Ada sekitar 200 jenis kupu-kupu di taman wisata ini, sebagian di antaranya merupakan kupu-kupu asli Sulawesi Selatan, seperti Papilio blumei, Papilio blutes, Graphium androcles, dan Troides haliphron. Selain bisa menyaksikan ribuan kupu-kupu terbang bebas, pengunjung juga bisa melihat kupu-kupu yang telah diawetkan di Museum Kupu-kupu. Di museum kupu-kupu, pengunjung bisa melihat ratusan kupu-kupu yang telah diawetkan di kotak kayu yang di atasnya diberi lapisan kaca. Selain kupu-kupu asli Sulawesi Selatan, museum ini juga menyimpan kupu-kupu dari Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.


Selain kupu-kupu, Taman Wisata Alam Bantimurung juga memiliki sebuah kolam berukuran besar bernama Kolam Jamala. Walaupun air kolam berwarna keruh, namun tidak ada satu pun kotoran yang terlihat. Warna cokelat air kolam ini berasal dari sungai bawah tanah. Selain itu, air yang mengalir tidak hanya berhenti di kolam, melainkan kembali ke sungai di samping kolam. Menurut kepercayaan yang berkembang di masyarakat, Kolam Jamala merupakan tempat mandi para bidadari, hingga kolam ini pun diberi julukan Telaga Bidadari. Selain mitos yang berkembang itu, nyatanya Kolam Jamala juga memiliki beberapa khasiat pengobatan bagi tubuh. Dan yang paling menarik adalah khasiat air kolam yang bisa membuat orang enteng jodoh.  Pengunjung yang datang bisa menggunakan air untuk membersihkan tangan ataupun wajah.


Untuk bisa masuk ke dalam kawasan wisata, pengunjung harus membayar tiket masuk seharga Rp 20.000, yang sudah meliputi ongkos masuk goa, pemandian, dan penggunaan fasilitas umum seperti toilet. Setelah mendapatkan tiket masuk, pengunjung bisa bebas berkeliling. Kawasan wisata ini memiliki banyak goa. Goa pertama yang bisa dikunjungi yaitu Goa Batu. Sepanjang perjalanan menuju goa batu, pengunjung akan melalui air terjun dan bisa melihat aneka kupu-kupu berwarna-warni. Setelah menyusuri sungai, pengunjung akan tiba di Goa Batu. Ternyata selain Goa Pindul, masih ada juga Goa Batu yang jauh dari kata seram. Jalan masuk goa cukup sempit, sehingga hanya cukup untuk dilewati oleh 2 orang bertubuh kurus atau 1 orang bertubuh gemuk.  Kondisi goa sangat gelap, bahkan tidak ada satu pun cahaya yang masuk. Maka itu, di luar goa, ada beberapa orang yang menawarkan diri untuk jadi pemandu atau sekedar meminjamkan lampu senter dengan tarif Rp 15.000. Seperti halnya goa pada umumnya, Goa Batu juga memiliki stalaktit dan stalakmit. Di dalam goa terdapat dua ruangan besar yang dihubungkan oleh lubang berukuran kecil. Orang dewasa yang ingin masuk ke dalam ruangan ini pun terpaksa harus merangkak. Kondisi goa yang penuh dengan bebatuan sangat cocok untuk jadi latar berfoto. Usahakan bawa kamera ataupun ponsel kamera dengan pencahayaan yang baik, mengingat kondisi goa yang sangat gelap.


Setelah puas menyusuri Goa Batu, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menuju Goa Mimpi yang letaknya berseberangan dengan Goa Batu. Untuk itu, pengunjung harus berbalik arah menuju titik awal yaitu air terjun. Jalanan untuk mencapai Goa Mimpi penuh dengan tanjakan curam, sehingga cukup membuat lelah. Jika anda merasa memiliki penyakit dan keterbatasan fisik lainnya, sebaiknya tidak berkunjung ke Goa Mimpi. Bisa dibilang Goa Mimpi adalah goa serba besar. Selain pintu masuknya yang lebih besar dari pintu masuk Goa Batu, Goa Mimpi juga memiliki stalaktit dan stalakmit yang cukup besar. Menurut penjaga goa, dulunya ada lelaki Maros yang bermimpi bertemu dengan orang sakti yang memberitahukannya keberadaan lubang besar di perbukitan Bantimurung. Masyarakat pun menelusurinya dan menemukan goa yang tepat berada di lokasi yang disebutkan lelaki itu. Semenjak itu, goa tersebut dinamakan Goa Mimpi, karena penemuannya berdasarkan mimpi. Dibandingkan dengan Goa Batu, rute Goa Mimpi lebih panjang. Meskipun jalan setapaknya terbuat dari kayu dan sudah dalam kondisi rusak, jalan setapak ini masih bisa dijadikan sebagai petunjuk. Di Goa Mimpi tidak ada satupun pemandu ataupun penyewaan lampu senter. Ada satu hal menarik di goa ini yaitu pintu keluarnya yang berada di atap goa. Untuk bisa keluar, pengunjung harus mampu memanjat batu-batu tersebut dengan berpegangan pada kayu dan bambu di sekitar.

Untuk sampai ke Taman Wisata Alam Bantimurung ini, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum. Taman wisata ini mudah dicapai dari Pasar Sentral Maros dengan menaiki angkot rute Maros-Bantimurung.


No comments:

Post a Comment