Saturday, 22 August 2015

Patah Kaleng, Permainan Sepak Bola Ala Anak-Anak Papua

(Sumber: Budaya Indonesia)


Kehebatan teman-teman Papua dalam permainan bola memang tidak dapat dipungkiri lagi. Mereka sangat beruntung dilimpahi kemampuan fisik yang kuat yang menunjang permainan sepakbola. Tapi mungkinkah itu juga dipengaruhi oleh permainan tradisional yang dimainkan mereka saat masih kanak-kanak? Patah kaleng, itulah nama permainan tradisional Papua yang dimainkan di lapangan dengan memanfaatkan kaleng bekas minuman atau makanan. Luas lapangannya sendiri tidak ditentukan, bisa menggunakan setengah lapangan bola ataupun berukuran lebih kecil. Banyak hal yang tidak beraturan dalam permainan ini. Jumlah pemain tidak ditentukan, yang pasti permainan ini dimainkan oleh dua kelompok. Tidak ada wasit, tidak ada hakim garis, dan tidak ada ketentuan waktu permainan. Ketentuan bola juga tidak ada. Para pemain bebas menentukan objek, yang terpenting berbentuk bulat, berbobot ringan, dan dapat ditendang. Dalam permainan ini, gol adalah saat bola yang ditendang mengenai kaleng dan menjatuhkan kaleng tersebut. Terkadang gol antara dua kelompok bisa lebih dari 5. Terminologinya, seorang pemain akan dikatakan jago bila mampu melewati lima pemain lawan, Permainan akan selesai bila matahari sudah terbenam dan keesokan harinya permainan kembali dilanjutkan. Dikarenakan tidak adanya peraturan, seringkali permainan Patah Kaleng memberikan luka bagi para pemain. Meskipun begitu, anak-anak itu tetap senang. Hal ini dapat dilihat dari wajah mereka yang selalu menggiring bola sambil tersenyum, menikmati momennya dan mencetak gol sebanyak mungkin. 


Saat ini, Patah Kaleng Papua mengalami pergeseran setelah munculnya Permainan Futsal. Akan tetapi, bagi sebagian orang, permainan ini tetap mengasyikkan. Disanalah terdapat semangat, teknik jitu saat melewati para pemain yang berebutan bola, dan juga bersamaan. Idealnya, permainan ini selalu menggunakan bola seukuran bola tennis lapangan, karena dapat menembus celah kaki pemain dan menjatuhkan kaleng. Meskipun begitu, permainan Patah Kaleng juga memiliki kelemahan, yaitu pemain hanya fokus pada bola, hanya peraturan hands ball yang berlaku dalam permainan ini, dan peraturan out side dan tendangan pojok tidak berlaku. Pada intinya, prinsip permainan ini adalah bagaimana bola yang ditendang dari segala penjuru dapat menyentuh kaleng dan menjatuhkan kaleng tersebut. Yang lebih lemahnya lagi, tidak jarang permainan Patah Kaleng menimbulkan perkelahian yang disebabkan oleh lawan yang tidak menerima kalengnya terjatuh. Permainan Patah Kaleng sendiri lebih mengutamakan kolektifitas. Para pemain akan menyerang bersama dan bertahan bersama, sehingga lahirlah skill individu.


Hingga kini, tidak ada yang mengetahui dengan pasti, kapan dan siapa yang pertama kali mempopulerkan permainan Patah Kaleng di Tanah Papua. Meskipun telah banyak ditemukan lapangan futsal di Papua, namun anak-anak asli Papua tetap lebih memilih permainan Patah Kaleng. Dan yang pasti, permainan Patah Kaleng Papua yang merupakan alternatif permainan bola kaki, harus tetap dilestarikan.



No comments:

Post a Comment