Monday, 24 August 2015

Facebook vs Buku Harian

                      

Saat itu jam istirahat sedang berlangsung. Seorang teman datang menghampiriku, yang mana pada saat itu aku tengah menulis buku harianku.


“Hai, kok sendiri aja? Nggak ke kantin?”
“Nggak ah, lagi malas ke kantin. Lagian enakan disini kok”
“Emang kamu lagi ngapain?”
Aku tak menjawab pertanyaannya dan tetap menulis. Ia pun melihat buku harianku, sekalipun aku sedang dalam posisi menunduk karena sambil menulis, aku dapat melihat raut wajahnya yang seakan mengejek.
“Udah SMA kok masih nulis buku harian sih? Huh, kampungan banget. Mendingan nulis status di facebook deh daripada nulisin buku harian. Pegal taukh”
                                                            ***
Aku merasa heran dengan anak-anak yang hidup di zaman sekarang. Perkembangan teknologi yang semakin pesat semakin menjauhkan mereka dari budaya kita yang sesungguhnya juga menyenangkan. Memang menulis di status facebook tidak ada salahnya, tapi aku menganggap bahwa ada suatu masa dimana aku ingin mengungkapkan seluruh isi hatiku dan aku tak ingin itu diketahui oleh orang banyak. Itulah sebabnya mengapa aku lebih memilih untuk menulis di buku harian dibandingkan menulis di facebook. Selain karena ingin lebih tertutup, menulis juga memberi banyak manfaat seperti mencerdaskan otak, melatih emosi, mengajak untuk berpikir kreatif dan imajinatif  dan  yang paling penting ialah mengungkapkan apa yang tak terungkapkan lewat suara.

No comments:

Post a Comment