Wednesday, 26 August 2015

Claudia Jasmine: Skeptimisme Atas Cinta


Claudia Jasmine. Pertama kali dengar judul film ini, sekitar enam tahun yang lalu, tepatnya tahun 2008. Harus diakuin, film-film Indonesia di tahun 2000-an lebih berkesan dibanding zaman sekarang. Itu juga alasan kenapa zaman sekarang saya rada malas untuk nangkringin FFI (Festival Film Indonesia) dan IMA (Indonesian Movie Awards). 


Seperti judulnya, Claudia Jasmine adalah nama dari satu perempuan di dimensi yang berbeda. Nama Claudia dikenakan saat dia masih anak sekolahan (SMA), sementara nama Jasmine dikenakan saat dia telah dewasa (sudah harus menikah.red). Berikut sinopsis Claudia Jasmine yang aku kutip dari situs filmindonesia.or.id dan Cinema 21:

Filmindonesia.or.id

Claudia (Kirana Larasati), gadis SMU yang cantik dan periang, sangat percaya bahwa satu wanita diciptakan untuk satu manusia. Walaupun teman-temannya selalu mendorong untuk menjalin kasih dengan teman sekolahnya, dia lebih memilih untuk menunggu datangnya cinta yang hanya ditakdirkan untuk dirinya.

Ia bertemu dengan Tody (Andhika Pratama), pria tampan yang romantis yang mulai mengisi hidupnya. Claudia merasa bahwa Tody adalah cinta sejati yang diciptakan untuknya. Hubungan mereka pun semakin dalam, sampai terjadi peristiwa yang mengubah keceriaan dan hidupnya.

Jasmine (Kinaryosih), wanita cantik independen, pekerja keras, dan skeptis tentang cinta. Walaupun umurnya menjelang kepala tiga, dia lebih memilih hidup sendiri dan menutup hatinya meski banyak pria yang berusaha memenangkan hatinya. Kelajangan Jasmine membuat ibunda (Ira Maya Sopha) dan teman-temannya khawatir, sehingga mereka berusaha menjodohkan Jasmine dengan cara yang aneh-aneh. Semuanya gagal sampai akhinya Jasmine bertemu dengan Jerry (Nino Fernandez).

Jasmine tidak dapat memungkiri ketertarikannya pada Jerry karena merasa cocok. Tumbuhnya rasa cinta dalam hati mereka diikuti juga oleh rasa ketakutan. Jerry mengetahui masa lalu Jasmine yang selama ini disimpan sebagai rahasia besar dalam hidup Jasmine.

Cinema21 

Claudia ( Kirana Larasati ), seorang gadis SMU yang cantik dan periang , seorang idealis yang sangat percaya bahwa satu wanita diciptakan untuk satu manusia. Walaupun teman – temannya selalu mendorong untuk menjalin kasih dengan teman sekolahnya, dia lebih memilih untuk menunggu datangnya cinta yang hanya ditakdirkan untuk dirinya. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Tody ( Andika Pratama ), pria tampan yang romantis yang mulai mengisi hidupnya. Claudia merasa bahwa Tody adalah cinta sejati yang diciptakan untuknya, hubungan merekapun menjadi semakin dalam dan larut dalam keindahan, sampai suatu saat terjadi peristiwa yang merubah prinsip keceriaan dan hidup Claudia.

Jasmine (Kinaryosih), wanita cantik yang independent, pekerja keras, dan skeptis tentang cinta. Walaupun umurnya menjelang kepala tiga, dia lebih memilih hidup sendiri dan menutup hatinya meski banyak pria yang berusaha memenngkan hatinya dan menghalalkan segala cara, yang kadang membuat Jasmine juga terpaksa menghalalkan segala cara untuk menolak.

Kelajangan Jasmine membuat ibunda (Ira Maya Sopha ) dan teman – temannya khawatir, sehingga mereka berusaha menjodohkan Jasmine dengan cara yang aneh – aneh. Namun semuanya gagal sampai akhinya Jasmine bertemu dengan Jerry ( Nino Fernandes )
Jasmine tidak dapat memungkiri ketertarikannya pada Jerry karena hanya dengan Jerry Jasmine merasa sangat cocok. Namun bertumbuhnya rasa cinta dalam hati mereka diikuti juga oleh rasa ketakutan dalam menjamin hubungan. Sampai akhirnya Jerry mengetahui masa lalu Jasmine yang selama ini disimpan sebagai rahasia besar dalam hidup Jasmine... 



Secara keseluruhan, film ini cukup lucu dan romantis. Akting Kirana Larasati sangat mampu memperlihatkan keceriaan seorang Claudia, begitu juga dengan skeptis atas cinta yang diciptakan Kinaryosih dalam Jasmine. Filosofi kopi pahit yang dibuat oleh Jasmine membuat rasa takutnya akan cinta semakin terlihat. Nino Fernandes, wow! Aktingnya yang sederhana dan natural benar-benar membuat saya mampu berucap "Cowok yang tulus". Gelak tawa saya juga semakin bertambah saat Claudia beranjak menjadi Jasmine, dimana ada adegan Mario Lawalata sebagai gembala, yang menurut saya terlalu lebai. Gaya berdoanya di depan altar bersama Jasmine terlihat tidak serius, tapi karena adegan itu, saya bisa tertawa. 

Ya, mungkin film ini hampir mirip FTV, tapi gaya bertuturnya yang sederhana dengan dialog ringan membuat film ini mengalir dengan baik. Para artis yang dipilih untuk memerankan juga theme song "Dia" yang dibawakan oleh Maliq & d'essentials membuat film ini recommended untuk ditonton, terutama untuk kamu yang idealis dan skeptis atas cinta, bahwasannya setiap orang diciptakan berpasangan. Jadilah seperti Claudia yang selalu percaya bahwa akan ada satu pangeran untuk setiap wanita :)

No comments:

Post a Comment