Tuesday, 7 July 2015

10 Tradisi Lebaran Yang Hanya Ada Di Indonesia

Pada umumnya setiap negara memiliki tradisi unik dalam merayakan Lebaran, termasuk Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan umat Muslim terbanyak. Beberapa tradisi lebaran di Indonesia sudah terjadi turun-temurun dan tidak sedikit pun terkikis oleh perkembangan zaman yang semakin modern bahkan hingga saat ini. Berikut beberapa tradisi lebaran masyarakat Indonesia yang tetap bertahan:

Mudik
Umumnya kota-kota besar seperti Jakarta dihuni oleh sebagian besar perantau dari luar kota maupun luar pulau yang sengaja datang untuk mencari nafkah. Lebaran tanpa mudik, ibarat sayur tanpa garam karena tradisi ini tak bisa dihilangkan sama sekali. Banyaknya umat Muslim di Indonesia membuat libur lebaran selalu lebih panjang dibanding hari libur lainnya. Tentu hal ini tidak disia-siakan para perantau untuk kembali ke kampung halaman dan merayakan Lebaran bersama kerabat serta handai taulan. Tradisi mudik ini merupakan tradisi Lebaran terbesar di Indonesia, dimana setiap tahunnya jumlah pemudik bisa mencapai puluhan juta.


Halal Bi Halal
Tradisi halal bi halal biasa dilakukan dengan saling mengunjungi sanak saudara, teman, dan tetangga untuk saling bersalaman, berangkulan, dan bermaafan satu sama lain. Biasanya halal bi halal dilakukan usai sholat ied. Seiring perkembangan zaman, halal bi halal bisa dilakukan melalui media online, handphone, dan sebagainya. Halal bi halal versi ini biasa dilakukan dengan teman dan kerabat yang berjarak jauh dan tidak memungkinkan untuk dijangkau. 



Takbir Keliling
Di malam hari pada akhir bulan ramadhan tepatnya seusai sholat tarawih, semua orang menggaungkan takbir atas kemenangan selama sebulan menahan lapar dan hawa nafsu. Selain didengungkan di tiap masjid, takbir juga didengungkan ke luar dengan berarak-arakan. Biasanya takbir keliling lebih sering dilakukan oleh para remaja dan anak-anak kecil.


Rampak Bedug
Rampak bedug biasanya dibarengi dengan takbir di Masjid ataupun di Mushola, dilakukan dengan cara menabuh bedug secara berjamaah sehingga menghasilkan suara yang besar dan membangkitkan semangat.



Makan Ketupat
Selama lebaran hidangan nasi jarang ditemui karena untuk beberapa hari diganti dengan hidangan ketupat sebagai menu utama. Ketupat yang berisikan lontong ini dapat dimakan dengan kacang panjang kuah santan, rendang, semur, opor ayam dan kerupuk.


Mengirim Makanan
Sebagai wujud persaudaraan, sesama tetangga akan saling mengirim makanan dalam wadah rantangan. Tidak jarang tetangga yang bukan umat muslim juga dikirimi rantang sebagai wujud persaudaraan antar umat beragama.


Tunjangan Hari Raya
Ketika bersilahturahmi, baik itu dengan tetangga ataupun kerabat, tunjangan hari raya berupa uang dalam amplop diberikan kepada anak-anak kecil. Hal ini juga biasa dilakukan oleh beberapa perusahaan dengan memberikan tunjangan hari raya kepada karyawan yang merayakan Idul Fitri, tentunya dengan tata cara yang telah ditetapkan oleh pemerintah.


Pakaian Baru
Membeli pakaian baru saat lebaran menjadi tradisi unik di Indonesia yang tidak bisa dihilangkan sekalipun tak jarang banyak orang tidak memiliki cukup uang untuk membeli pakaian baru. Pakaian baru menjadi simbol kemenangan atas terleburnya semua dosa-dosa selayaknya seorang bayi yang baru dilahirkan.


Ziarah
Sebagian besar orang menggunakan momen lebaran untuk berziarah ke makam para leluhur dan keluarga yang wafat. Tradisi ini biasa dilakukan selepas Sholat Ied.

Petasan
Sekalipun razia petasan telah sering dilakukan, petasan tetap muncul dimana-mana. Hal ini telah terjadi turun-temurun sejak para pejuang Indonesia selalu meletuskan senjata saat menang melawan musuh. 



*Dikutip dari berbagai sumber

No comments:

Post a Comment