Thursday, 28 May 2015

Kutipan Manis Dari Perahu Kertas




Perahu Kertas merupakan sebuah novel karya Dewi Lestari yang menceritakan kisah dua anak manusia, Kugy dan Keenan. Kugy, gadis tomboy yang cerdas, ceria, gemar berimajinasi, menulis, serta percaya bahwa ia adalah agen Neptunus. Kugy juga mempunyai hobi unik yaitu menghanyutkan perahu kertas yang berisi pesan untuk Neptunus, dimanapun ia melihat aliran air. Keenan, pelukis muda berbakat yang terpaksa belajar di Fakultas Ekonomi oleh ayahnya. Tidak hanya bercerita tentang perjuangan meraih impian masing-masing untuk menjadi penulis dongeng dan pelukis, Perahu Kertas juga menceritakan pasang-surut kisah cinta Kugy dan Keenan. Berikut beberapa kutipan manis dari Perahu Kertas. 

"Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh"
 
"Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya"

"Hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain. Kadang, begitu saja sudah cukup. Sekarang aku pun merasa cukup"

"Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar"

"Akan ada satu saat kamu bertanya: pergi ke mana inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam, tidak lagi berkarya. Kering. Tetapi tidak selalu itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru. Sama seperti jodoh, Nan. Kalau punya masalah,tidak berarti harus cari pacar baru kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbarui.Cinta bisa tumbuh sendiri,tetapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya,apalagi kalau tidak dipelihara. Mengerti kamu?"

"Apa yang orang bilang realistis, belum tentu sama dengan apa yang kita pikirin. Ujung-ujungnya kita juga tahu kok, mana yang diri kita sebenernya, mana yang bukan diri kita. Dan kita juga tahu apa yang pengen kita jalani"

"Saya belajar dari kisah hidup seseorang. Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Jadi, kalau Keenan bilang, Keenan telah memilih saya, selamanya Keenan tidak akan pernah tulus mencintai saya. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh"

"Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih"

"Ujung-ujungnya kita juga tahu kok, mana yang diri kita sebenernya, mana yang bukan diri kita"
 

No comments:

Post a Comment