Wednesday, 5 June 2013

JK Rowling dan Lentera Jiwanya


 

JK Rowling sejak kecil ternyata punya cita-cita menjadi penulis. Tapi, mengikuti saran dari orangtuanya, ia belajar Sastra Prancis di Universitas Exeter supaya bisa jadi sekretaris yang mampu bicara dwibahasa. Pekerjaan itu ternyata tidak cocok baginya. Soalnya, bukannya mencatat jalannya rapat, ia malah sibuk mengarang cerita. Akhirnya ia dipecat dan sejak itu ia gonta-ganti pekerjaan.

Pada tahun 1990, dalam perjalanan dari Manchester ke London, kereta yang ditumpanginya mogok selama sekitar empat jam. Dan saat duduk di kereta, sambil memandangi segerombolan sapi melalui jendela, ide tentang kisah Harry Potter muncul di benaknya. Selama beberapa bulan berikutnya Joanne sibuk mengembangkan kisah petualangan penyihir cilik ini. September 1990 ia pindah ke Portugal dan bekerja sebagai guru bahasa Inggris. Disana ia jatuh cinta pada seorang jurnalis televisi bernama Jorge Arantes. Mereka menikah dan tahun 1993, lahirlah putri mereka, Jessica.

Tak lama setelah itu mereka bercerai, dan Joanne balik ke Edinburgh, Skotlandia. Pada masa itu hidup Joanne benar-benar terpuruk, begitu miskin sehingga ke mana-mana ia jalan kaki meski ongkos bus kota murah. Ia sering menulis di kafe, karena flatnya yang sempit dan dingin jelas bukan tempat yang penuh inspirasi. Untung si pemilik kafe baik bati, membiarkan Joanne menulis di sana meski ia cuma memesan secangkir kopi dan segelas air, sementara bayinya tertidur. Tahun 1997 nasibnya berubah total ketika penerbit Inggris, Bloomsbury Press, menerbitkan buku Harry Potter yang pertama Harry Potter and the Philosopher`s Stone (di Amerika terbit dengan judul Harry Pooter and Sorcerer`s Stone). Ternyata buku itu sangat sukses di seluruh dunia, begitu pula buku-buku berikutnya.

JK Rowling. Seorang orang tua tunggal, seorang mantan sekretaris, dan sekarang seorang penulis sukses dengan pocket full of money. Perjuangan yang luar biasa walaupun di dera berbagai macam cobaan tetap terus semangat untuk menyalakan Lentera Jiwanya yang berbuah manis. Bagaimana denganmu?



No comments:

Post a Comment