Thursday, 6 June 2013

Clara Ng

Clara Regina Juliana. Penulis berbintang Leo. Lahir di Jakarta tahun 1973. Merupakan lulusan  Ohio State University, Amerika Serikat, jurusan Interpersonal Comunication. Dahulu tidak pernah bercita-cita menjadi penulis, namun kini karya-karyanya mengalir tanpa henti.

Dia tak pernah ikut sekolah menulis. Di Ohio State University, tempat Clara menimba ilmu, dia belajar di jurusan Interpersonal And Organizational Communication. Ia juga studi soal linguistik. Menjadi penulis, ucap Clara, adalah soal kebetulan. 

Mulanya, ia hanyalah seorang pekerja kantoran di bagian sumber daya manusia di sebuah perusahaan shipping Korea. Sekitar tahun 2000, ia menjalani fase baru dalam hidupnya. Menjadi penulis. Sebelumnya ia tak pernah bercita-cita menjadi penulis. Ia bahkan tak pernah membayangkan seperti apa profesi penulis itu. Namun, proses menuju ke titik itu sama sekali tidak singkat. Sejak kecil, Clara memang sudah memiliki ketertarikan membaca, beranjak dewasa ia mulai mempelajari sastra Indonesia. Saat kuliah, ia juga tergabung dalam sebuah klub pembuat cerita fun fiction. Ia meniti jembatan ini untuk mengasah keterampilan menulis.
 
Clara percaya bahwa ada orang-orang yang memang memiliki bakat menulis. Namun, jika tidak dilatih, itu tidak akan matang. "Tanpa latihan terus menerus, tanpa dorongan, tanpa obsesi yang berlebihan terhadap menulis, bakat itu tidak akan tumbuh dan hidup," tutur wanita yang mengaku mengagumi banyak penulis dunia ini. 

Hal penting lainnya setelah berlatih menulis, adalah menjaga konsistensi. Tak jarang, di tengah proyek sebuah penulisan, Clara merasa buntu. Itu wajar. Ia bahkan mengibaratkannya dirinya sedang sakit.

"Caranya ya diobati, jangan dibiarkan makin lemah dan akhirnya sakit parah," katanya beranalogi. Ia memulihkan mood menulis dengan membaca buku atau menonton film. Dari situ, ia bukan hanya sekadar mendapat ide, tetapi juga punya dorongan untuk kembali menulis. 

Dari sekian banyak penulis di dunia, masing-masing punya tujuan berbeda dalam tulisannya. Pramoedya Ananta Toer misalnya, ia pernah mengungkap tujuannya menulis adalah: agar suaranya tak pernah padam sampai kapanpun.

Berbeda dengan Clara, ia menulis untuk tujuan yang sederhana. Kebahagiaan. 
Karenanya, ia selalu mengawali menulis dengan rasa bahagia. Clara mengaku tak pernah menyematkan misi apapun dalam tulisannya. Ia menulis dengan ringan, bebas, dan rasa bahagia tersebut.

"Saya menulis apa yang saya senang, saya gelisahkan, dan yang ingin saya suarakan. Jadi kayaknya nggak ada ciri khas tertentu ataupun tujuan tertentu. Saya menulis dengan melepaskan beban-beban, bahwa menulis harus seperti ini dan itu. Yang jelas, cerita apapun selalu saya tuliskan dengan gaya fiksi," tegas wanita yang terpilih sebagai 15 most inspired women 2010 versi majalah franchise Amerika: More.

Selain menulis Clara tak memiliki passion lain dalam hidupnya. Menulis saja sudah membuatnya bahagia, sehingga ia tak punya tujuan lain.

"Saya akan menulis sampai nanti mati," ujarnya yakin. Memang, di luar menulis ia tak memiliki pekerja lain. "Selain menulis ya menjadi ibu, dan itu sama sekali tidak mengganggu," ucapnya sambil tersenyum.

Hidupnya memang untuk menulis, tapi ia tidak lantas mewajibkan kedua anaknya menuruni jalan hidup yang sudah dipilihnya. Ia sama sekali tidak mengarahkan anaknya menjadi penulis, atau apapun yang ingin dicapainya. Mereka dibiarkan bebas menjadi apa yang diinginkan. 

Novel populer Clara Ng:

1. Tujuh Musim Setahun - 2002
2. Seri Indiana Chronicle: Blues - 2004
3. Seri Indiana Chronicle: Lipstick - 2005
4. Seri Indiana Chronicle: Bridesmaid - 2005
5. The (Un)Reality Show - 2005
6. Utukki: Sayap Para Dewa - 2006
7. Dimsum Terakhir 2006
8. Tiga Venus -  2007
9. Gerhana Kembar - 2007
10. Tea for Two - 2009
11. Jampi-Jampi Varaiya - 2010
12. Ramuan Drama Cinta - 2011
 
 
Source : VIVALIFE

No comments:

Post a Comment